Kementerian Perdagangan (Kemendag) meyakinkan bahwa stok bahan pokok di pasar-pasar tradisional aman menjelang bulan Ramadhan. Meski demikian, sejumlah komoditas masih mempertahankan harga tinggi, seperti beras, daging ayam ras, dan telur ayam ras.
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh mundurnya masa tanam dan panen padi akibat gangguan iklim seperti El Nino. Ia mengajak masyarakat untuk memilih beras SPHP sebagai alternatif, karena stoknya mencukupi, berkualitas, dan harganya terjangkau.
Isy Karim, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, mengungkapkan berdasarkan pemantauan di 649 pasar, harga beras premium masih tinggi. "Harga beras premium masih tinggi di seluruh daerah yang kami pantau, belum terjadi penurunan harga," katanya.
Di sisi lain, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, menyatakan bahwa kenaikan harga pangan selalu terjadi setiap tahun menjelang Ramadhan. "Tahun lalu juga terjadi, dan dalam lima tahun terakhir, fase menjelang Ramadhan selalu mengalami kenaikan permintaan hingga 60-70 persen. Tanpa diimbangi dengan produksi yang memadai, harga akan tetap tinggi," ungkap Mansuri.

0 Komentar