Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin sempat mendengarkan "curahan hati" (curhat) dari seorang warga saat meninjau permukiman nelayan Malawei, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis. Seorang warga itu, yakni Yohana Marini menceritakan kepada Wapres bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan bantuan rumah nelayan. "Saya bertemu, izin sedikit Pak menceritakan 'blusukan' Bapak Presiden Jokowi pada saat 29 Desember 2014 ke Kampung Nelayan Malawei. Bapak (Presiden) datang bertemu dengan kami, duduk dengan kami, mendengar setiap keperluan kami," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Yohana, Presiden menyerahkan bantuan sebesar Rp250 juta untuk pengadaan 10 unit mesin kapal. Selain itu, Presiden juga menjanjikan membangunkan 350 rumah nelayan untuk warga Kampung Malawei. Namun, hingga 2020, rumah tersebut baru terealisasi 40 unit. "Kami ingin melanjutkan itu, tetapi dikatakan bahwa kami harus punya analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Saya pergi ke Manokwari, bekerja keras bagaimana mencari tahu mendapatkan amdal itu," ujar Yohana.

Saat memberikan keterangan pers seusai peninjauan, Wapres memastikan bahwa sisa rumah nelayan sebanyak 310 unit akan segera dibangun. Menurutnya, hal tersebut sudah direncanakan Kementerian PUPR dan akan mulai dibangun pada 2025. "Yang 310 ini sesuai dengan janji pemerintah, ini akan dilakukan penambahannya. Tahun 2025 sudah direncanakan dari pihak PUPR," kata Wapres.

Bahkan, Wapres mengatakan ukurannya akan lebih luas dari yang dijanjikan, yakni dari tipe 36 menjadi tipe 45. Hal itu menjawab aspirasi masyarakat yang mengeluhkan bahwa rumah ukuran 36 sulit untuk dibangun dapur. "Jadi, sekarang permintaannya diperbesar menjadi tipe 45 dan dari perencanaan yang sudah disiapkan oleh Dirjen Perumahan, itu memang yang akan dibangun.yang akan datang itu tipenya sudah tipe 45. Ini bagian daripada komitmen pemerintah," ujar Wapres.

Selain itu, sebut Wapres, rumah yang akan dibangun nanti juga lebih sehat sehingga diharapkan para nelayan Kampung Malawei menjadi lebih produktif. "Hunian juga tidak seperti sekarang ada satu rumah yang dihuni oleh sekian banyak keluarga. Nanti lebih sehat dan kita harapkan mereka lebih semangat untuk mencari ikan, menjadi nelayan, dan lebih produktif ke depannya," katanya.