Advertisement

Responsive Advertisement

Presiden: Bonus demografi akan diiringi perluasan lowongan kerja di Indonesia


 

Presiden Joko Widodo menekankan bonus demografi Indonesia yang diprediksi mencapai puncaknya pada tahun 2030-an harus diiringi dengan perluasan kesempatan kerja. "Kalau bapak ibu bertanya pada saya fokus ke mana? Kalau saya sekarang maupun ke depan kita harus fokus ke pasar kerja karena ke depan terlalu sedikit peluang kerja untuk sangat banyak tenaga kerja yang membutuhkan, too few jobs for too many people. Ini yang harus kita hindari," kata Presiden

Untuk itu, Presiden menyebut bonus demografi tersebut bisa menjadi sebuah kekuatan, tetapi juga bisa menjadi beban. "Inilah tantangan paling besar yang akan melompatkan kita menjadi negara maju atau tidak. Bonus demografi ini membutuhkan pembukaan kesempatan kerja yang sebesar-besarnya. Padahal saat ini untuk membuka lapangan kerja kita menghadapi tantangan yang sangat-sangat berat, semua negara mengalami tantangan ini," ujar Presiden.

Tantangan pertama adalah perlambatan ekonomi global. "Kita tahu 2023 dari World Bank ini (ekonomi) global hanya tumbuh 2,7 (persen) kemudian 2024 ini diperkirakan hanya muncul angka 2,6 (persen) tahun depan dari World Bank muncul angka 2,7 (persen) naik sedikit, tetapi masih jauh dari yang diharapkan oleh semua negara," tutur Presiden.

Posting Komentar

0 Komentar