Kementerian
Perhubungan membangun 521 infrastruktur transportasi selama masa pemerintahan
Presiden Joko Widodo, guna mendukung konektivitas, memperlancar arus logistik,
serta meningkatkan mobilitas masyarakat di seluruh Indonesia. Menteri
Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa selama 10 tahun
pemerintahan Presiden Joko Widodo, konektivitas antarwilayah semakin kuat,
dengan peningkatan aksesbilitas transportasi dan integrasi layanan.
"Selaras
dengan amanat pembangunan nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah atau RPJMN, Kementerian Perhubungan telah membangun dan
merehabilitasi/merevitalisasi 521 infrastruktur fisik sektor transportasi dalam
satu dekade terakhir," kata Menhub
Dia
menyampaikan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi selama 10 tahun lalu
adalah masih adanya ketimpangan antarwilayah yang ada di Indonesia. Oleh karena
itu, pihaknya terus membangun infrastruktur sektor transportasi untuk
meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat.Menhub merinci 521 infrastruktur transportasi yang
dibangun yakni 157 sektor transportasi darat telah dibangun dan direvitalisasi
sejak 2015, disusul 193 sektor transportasi laut, 91 sektor transportasi udara
dan 80 sektor perkeretaapian.
Sebagian
infrastruktur yang telah dibangun merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), di
antaranya Bandara Nabire Baru, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Pelabuhan
Patimban."Kami juga terus mengembangkan
transportasi berbasis teknologi, seperti hadirnya LRT Jabodebek dan ART
(Autonomous Rapid Transit) IKN, yang merupakan kereta tanpa masinis, Kereta
Cepat Jakarta Bandung (Whoosh)," lanjut Menhub.
0 Komentar